Cangkruk'anJanuary 27, 2009 10:31 am
Sebenarnya apa yg ada di dalam pikiran kita ketika memutuskan untuk menjadikan seseorang sebagai pasangan kita ?
Pasangan di sini bisa berarti dalam tingkatan seorang kekasih atau seorang istri/suami.
Mungkin akan banyak versi jawaban yang muncul dr pertanyaan di atas, tergantung dr masing - masing pribadi dalam melihat permasalahan ini.
Alasan ketika seseorang mulai melakukan PDKT akan berbeda dengan ketika memutuskan untuk jalan bareng sebagai sepasang kekasih, dan akan menjadi berkembang ketika sepasang kekasih tersebut melanjutkan ke hubungan yang lebih serius sampai ke tingkat pertunangan, lebih - lebih lagi ketika mereka memutuskan untuk menjadi sepasang suami istri.
Mungkin bagi yang pernah melewati masa - masa pacaran dengan lebih dari 1 orang akan bisa merasakan kelebihan dan kekurangan dari pasangannya. Hal ini bisa menjadi sebuah pelajaran dlm kehidupan bahwa seseorang yg telah kita putuskan untuk menjadi pasangan memiliki banyak sekali kekurangan, karena pada intinya tidak ada seorang pun yang ideal sesuai dengan apa yg ada dlm angan - angan kita.
Belum lagi ketika sepasang kekasih akhirnya menjadi sepasang suami istri, dmn hal - hal atau tabiat yang tidak pernah terlihat ketika masih pacaran, maka ketika sudah menjadi suami istri dan tinggal dalam satu rumah dengan rentang waktu pertemuan yang semakin panjang, maka hal - hal yang mungkin tidak cocok dengan kita akan semakin terlihat seiring dengan bertambahnya usia perkawinan seseorang.
Klo boleh saya memberikan penilaian berdasarkan pengamatan pada lingkungan sekitar, ada banyak kita temukan pada pasangan suami istri yang mempunyai 2 karakter yg bertolak belakang.
2 karakter yang bertolak belakang tentunya akan selalu terjadi perselisihan antara suami & istri ini, namun mengapa juga banyak kita lihat di masyarakat ternyata meskipun antara suami & istri mempunyai karakter yang bertolak belakang, tapi ternyata mereka mampu bertahan dalam kehidupan keluarga bahkan sampai mereka berada pada usia senja dan salah satu dari mereka telah dipanggil menghadap Pencipta.
Kenapa hal ini bisa terjadi ?
Mungkin jawabannya karena mereka telah menikah. Karena menurut saya ada tanggungjawab yg sangat besar ketika seseorang telah memutuskan untuk menikah, meskipun ternyata dalam perjalanan mengarungi bahtera rumah tangga mereka menemukan sesuatu yg berbeda, yang tidak sesuai dengan apa yg diharapkan dari pasangannya.
Perbedaan itu akan mudah teratasi ketika seseorang belum berada dalam ikatan pernikahan, mungkin salah satunya dengan jalan untuk memutuskan hubungan sampai di situ dalam kata lain memutuskan untuk menjadi seorang jomblo.
Namun ketika sudah berada dalam ikatan perkawinan, maka memutuskan hubungan berarti bercerai.. tentunya ini bukanlah sebuah keputusan yang mudah untuk diambil.
Jadi itu salah satu sebab kenapa akhirnya mempertahankan perkawinan menjadi keputusan yang lebih penting daripada memutuskan untuk bercerai, meskipun harus banyak pengorbanan sebagai wujud tanggungjawab dalam pernikahan.
Karena menerima kekurangan dari pasangan apapun bentuknya adalah resiko dari apa yg kita putuskan di awal kita menjadikan seseorang itu adalah pasangan hidup kita.
*terinspirasi dari perceraian pasha - oki