babies
Google
Lirik MusikDecember 12, 2006 3:59 am

Janganlah pernah kau harapkan aku
Untuk dapat mencintai dirimu
Coba renungkan dalam hati kita
Perpisahanlah yang mungkin terbaik

Lupakan aku
Jangan pernah kau harapkan cinta
Yang indah dariku
Lupakan aku
Ku punya cinta lain yang tak bisa
Untuk kutinggalkan

Mungkin suatu saat nanti
Kaupun akan mengerti
Bahwa cinta memang tak mesti
Harus bersama

Cangkruk'anDecember 8, 2006 7:12 am
Pyuhhh, sengatan mentari Surabaya begitu terik di siang hari ini.
Kerasa sekali ketika aku keluar ktr untuk sholat jum’at dilanjutin kelarin berita acara penerimaan ijasah.
Akhirnya kelar juga meski musti rela seminggu bolak - balik kantor - kampus.
Ya sutra deh, itu td sedikit intermezo aja, itung - itung curhat kepada anda ;)
Poligami
Kembali ke lap..top… (weleh, jadi latah ikod manusia terganteng se Indonesia :( ), maksudnya kembali ke judul di atas "Poligami, keadilan untuk siapa ?", mengutip sebuah acara yg disiarkan RCTI kemaren malem (071206) seiring dengan pers conference Aa’ Gym tentang beliau yang berpoligami dengan janda beranak 3 ( mantan model bo’, terang aja cakep euy.. )

Sebenernya kemaren ada duwa stasiun TV (RCTI & AN TV) yg menyiarkan dialog seputar poligami, dengan sehari sebelumnya SCTV telah mengangkat topik yang sama ( yg di SCTV nggak liat, ngeliat selebriti nge jam aja udah 1/2 hati ).
Well, saya tidak membahas lebih lanjut ttg apa isi dialog - dialog tsb, tp saya mau mencoba mengutarakan opini pribadi saya (meski saya anggap opini pribadi ini mencoba bersifat se-objektif mongken).

Begini rekan, saya tetap berpegang pada nash dasar ttg poligami dlm Islam *karena kebetulan saya seorang moslem, bahwa poligami dalam Islam adalah boleh. (Catatan : poligami bukan produk Islam, tp sdh ada jauh sebelum Islam lahir. Islam hanya mengatur / membatasi hanya empat sajah)
Nha, karena memang hukum dasarnya boleh, jd sebaiknya kita bersikap spt ini :
1. Bagi yang tidak setuju berpoligami, tidak perlu menghujat orang yang melakukan poligami.

Jadi kalo skr ada orang2 termasuk artis yg bersuara lantang menentang poligami, saya kira kurang tepat.
Menurut cerita yg saya dengar waktu khotbah jum’at tadi, seorang suami tidak bisa melakukan poligami jika ternyata istri tidak ridlo / rela jika dimadu.
Klo ingin tidak ada poligami, sebaiknya dikampanyekan saja agar para istri tidak mau dimadu, saya kira lebih fair drpd dengan menentang ajaran poligami itu sendiri.

2. Bagi yang telah berpoligami, tidak perlu mengampanyekan diri bahwa poligami adalah baik, berprestasi, dll
Karena memang keadilan yg dimaksud dlm syarat berpoligami sangat luas
& bisa menjadi sangat subjektif pengertiannya.

So, bagaimana dengan anda ?

Cangkruk'anDecember 7, 2006 6:59 am

ternyata blogku ada nongol di beberapa blog temen, duh maluw aku ^_^
so, skr aku udah tempelin beberapa blog temen yang laen.
kalo msh ada yg kelewatan bisa tinggalin pesen di sini yach, biar ntar aku tempelin skalian.. ;)